Senin, 25 November 2024

Terimakasih Untuk Anak anak Hebatku


Hari ini, Senin, 25 November 2024, dengan penuh semangat aku melajukan kendaraanku menuju tempatku mengajar. Selain karena Senin selalu menjadi awal minggu yang penuh energi baru, hari ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Guru Nasional (HGN).

Dua hari sebelumnya, Sabtu, 23 November, Kepala Madrasah mengadakan rapat bersama jajaran dewan guru MI, RA, dan PAUD untuk membahas acara HGN. Setelah diskusi, diputuskan bahwa peringatan HGN kali ini akan dimulai dengan upacara bendera, dilanjutkan jalan sehat mengelilingi Desa Harjowinangun Barat. Acara kemudian ditutup dengan penampilan kreasi anak-anak dari PAUD, TK, dan MI berupa gerak lagu serta pembacaan puisi sebagai persembahan untuk para guru.

Pagi ini, raut wajah anak-anak tampak begitu ceria. Entah karena hari ini mereka bebas dari pelajaran atau karena ada hal lain yang membuat mereka gembira, yang jelas suasananya penuh kebahagiaan.

Setelah penampilan gerak dan lagu dari kelas 6 usai, rangkaian acara HGN pun berakhir. Aku segera masuk ke kantor untuk beristirahat, menikmati snack yang telah tersedia, dan membuka laptop untuk menyimpan dokumentasi kegiatan tadi. Namun, tak lama kemudian, seorang siswa kelas 6 memanggilku. Suaranya terdengar dari luar ruangan, tetapi aku belum sempat melihat siapa yang memanggil karena fokusku masih tertuju pada layar laptop.

Akhirnya, aku beranjak ke lantai 2 menuju kelas 6, mengikuti panggilan tersebut. Saat hampir sampai, sekitar lima langkah dari pintu kelas, aku mendengar suara salah satu anak berteriak, “Heh, ada Bu Kholifah!” Anak itu segera masuk ke kelas dan menutup pintu di belakangnya. Aku tersenyum kecil lalu mengikutinya untuk membuka pintu.

Ketika pintu terbuka, tiba-tiba serpihan kertas emas beterbangan di depanku. Semua anak ternyata sudah berkumpul di balik pintu. Dengan kompak, mereka serentak mengucapkan, “SELAMAT HARI GURU!” Salah satu anak menghampiriku dan menyematkan sebuah selempang bertuliskan "Best Teacher Ever". Aku hanya bisa tersenyum haru, meskipun sempat bertanya-tanya apakah mereka benar-benar paham arti tulisan itu.

Setelah mengenakan selempang, mereka memintaku meniup kue ulang tahun yang dihias dengan gambar rumus matematika—sesuatu yang unik sekaligus menggelikan. Tidak hanya itu, kelas 6 juga telah menyiapkan tumpeng besar untuk dinikmati bersama seluruh guru. Sebagai kejutan tambahan, mereka menyerahkan sebuah kardus cokelat yang ternyata berisi berbagai macam sabun.

Jujur, perasaanku campur aduk: haru, bangga, dan bahagia. Aku tak menyangka anak-anak ini begitu peduli pada guru-gurunya. Terima kasih, anak-anakku yang luar biasa. Kalian benar-benar istimewa. Maafkan jika terkadang gurumu ini kurang sabar menghadapi tingkah lakumu.

Doaku kepada Allah Yang Maha Kuasa, semoga kalian semua tumbuh menjadi anak-anak yang saleh dan salehah, berguna bagi orang tua, agama, bangsa, dan negara. Sukses selalu menyertai kalian, di dunia dan akhirat. Amin








in 




0 comments:

Posting Komentar