Sabtu, 23 November 2024

puisi untuk guru dari gibran

Laras-laras panjang membidik manis Generasi miris penyangga tonggak bangsa Melesatkan peluru ilmu mengoyak kebatilan Hancurkan kebodohan kian merajalela Tak semudah menepis dedaunan kering Tak seringan menenteng segumpal kapas Betapa berat memikul garda kebenaran Di tengah konsep kehidupan yang anarkis Jika ada sajian terlezat itulah ajarannya Jika ada kisah termulia itulah nasihatnya Jika ada putih hati itulah keikhlasannya Jika ada lentera tak kunjung padam itulah kasihnya Dialah guru... Tak pernah berkeluh apalagi berkesah Menggiring si anak negeri meraih pancuh kesuksesan Meski terkadang harus memendam antologi rasa Meliuk melankolis bak ujung ilalang di desir angin Dialah guru... Tak pernah pamrih apalagi meminta Tak pernah lelah apalagi mengalah Pada putaran waktu yang terus bergumul Pada kilasan masa yang terus menyergap Seringai jumawa merekah bak semburat mentari Manik hitamnya memandang kejayaan tanda jasanya Tersungkur dalam simpuh kesyukuran teramat khusyuk Tebaran tebaran ilmunya tiada gaplah tanpa makna Engkaulah insan termulia di dunia ini, wahai guru!

2 komentar:

  1. bagus sekalii bran saya sangat suka dengan puisi mu teruskan bakatmu brannn

    BalasHapus
  2. Mantap banget bran saya suka puisimu tapi itu yang pertama artinya apa bran, dan orang lain bisa termotif dengan puisimu

    BalasHapus